Jumat, 24 Juli 2015

Kinerja karyawan


1    Pengertian kinerja
       Istilah kinerja berasal dari kata Job Performance atau Actual Performance ( prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang ). Pengertian kinerja karyawan yang dikemukakan oleh Mangkunegara dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan” (2011:67), yang menyatakan bahwa :
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang Karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan..

2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.
       Perusahaan sebagai suatu organisasi mempunyai tujuan yakni memperoleh keuntungan.Organisasi dapat beroperasi karena kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh para karyawanyang ada di dalam organisasi tersebut. Menurut Prawirosentono (1990), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai berikut :
1.                Efektivitas dan efisiensi
2.         Otoritas dan tanggung jawab.
3.         Disiplin.
4.         Inisiatif.
   
3.    Beberapa alasan dan pertimbangan  penilaian kinerja karyawan yaitu :
a.         Penilaian kinerja karyawan memberikan informasi bagi pertimbangan pemberian promosi dan penetapan gaji.
b.       Penilaian kinerja karyawan memberikan umpan balik bagi para manager  maupun karyawan unutk melakukan intropeksi dan meninjau membali perilaku selama ini, baik yang positif maupun negatif untuk kemudian dirumuskan kembali sebagai perilaku yang mendukung tumbuh berkembangnya budaya organisasi secara keseluruhan.
c.     Penilaian kinerja karyawan diperlukan untuk pertimbangan pelatihan dan pelatihan kembali ( retraining ) serta pengembangan.
d.     Penilaian kinerja karyawan  dewasa ini bagi setiap organisasi khususnya organisasi bisnis merupakan suatu keharusan, apalagi dilihat tingginya persaingan antar perusahaan.
e.      Hasil penilaian kinerja karyawan lebih jauh akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam melihat bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Temasuk menjadi bahan masukan bagi lembaga pemberi pinjaman dalam melihat kualitas kinerja karyawan suatu perusahaan, misalnya pada saat pengajuan pinjaman kredit maka pihak perusahaan bisa memperlihatkan kualitas hasil kinerja karyawan  dimana itu bisa menjadi bahan masukan untuk mendukung keputusan pemberian kredit, yaitu pihak pemberi pinjaman menjadi lebih yakin dan dipercaya.

4.   Penilaian kinerja karyawan dimanfaatkan oleh manajemen untuk :
  1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum.
  2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti promosi, transfer, dan pemberhentian.
  3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.
  4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka.
  5. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
       Manfaat yang diperoleh dari penilaian kinerja ini terutama menjadi pedoman dalam melakukan tindakan evaluasi bagi pembentukan organisasi sesuai dengan pengharapan dari berbagai pihak, yaitu baik pihak manajemen serta komisaris perusahaan. Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci :
  1. Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
  2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar.
c. Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar