1 Pengertian kinerja
Istilah kinerja
berasal dari kata Job Performance atau Actual Performance ( prestasi kerja atau
prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang ). Pengertian kinerja
karyawan yang dikemukakan oleh Mangkunegara dalam bukunya yang berjudul
“Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan” (2011:67), yang menyatakan bahwa :
Kinerja
adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
Karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan..
2. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja karyawan.
Perusahaan
sebagai suatu organisasi mempunyai tujuan yakni memperoleh
keuntungan.Organisasi dapat beroperasi karena kegiatan atau aktivitas yang
dilakukan oleh para karyawanyang ada di dalam organisasi tersebut. Menurut
Prawirosentono (1990), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai
berikut :
1. Efektivitas dan efisiensi
2. Otoritas dan tanggung jawab.
3. Disiplin.
4. Inisiatif.
a. Penilaian kinerja karyawan memberikan
informasi bagi pertimbangan pemberian promosi dan penetapan gaji.
b. Penilaian kinerja karyawan memberikan
umpan balik bagi para manager maupun
karyawan unutk melakukan intropeksi dan meninjau membali perilaku selama ini,
baik yang positif maupun negatif untuk kemudian dirumuskan kembali sebagai
perilaku yang mendukung tumbuh berkembangnya budaya organisasi secara
keseluruhan.
c. Penilaian kinerja karyawan diperlukan
untuk pertimbangan pelatihan dan pelatihan kembali ( retraining ) serta
pengembangan.
d. Penilaian kinerja karyawan dewasa ini bagi setiap organisasi khususnya
organisasi bisnis merupakan suatu keharusan, apalagi dilihat tingginya
persaingan antar perusahaan.
e. Hasil penilaian kinerja karyawan lebih
jauh akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam melihat bagaimana kondisi
perusahaan tersebut. Temasuk menjadi bahan masukan bagi lembaga pemberi
pinjaman dalam melihat kualitas kinerja karyawan suatu perusahaan, misalnya
pada saat pengajuan pinjaman kredit maka pihak perusahaan bisa memperlihatkan
kualitas hasil kinerja karyawan dimana
itu bisa menjadi bahan masukan untuk mendukung keputusan pemberian kredit,
yaitu pihak pemberi pinjaman menjadi lebih yakin dan dipercaya.
- Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum.
- Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti promosi, transfer, dan pemberhentian.
- Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.
- Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka.
- Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
Manfaat yang diperoleh dari penilaian
kinerja ini terutama menjadi pedoman dalam melakukan tindakan evaluasi bagi
pembentukan organisasi sesuai dengan pengharapan dari berbagai pihak, yaitu baik
pihak manajemen serta komisaris perusahaan. Tahap penilaian terdiri dari tiga
tahap rinci :
- Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar.
c. Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang
digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar